Dari penyandang disabilitas, oleh penyandang disabilitas, dan untuk penyandang disabilitas.

Yayasan Kita Juga (SANKITA)
SANKITA mendorong berkembangnya masyarakat yang demokratis, partisipatif, terbuka, inklusif, dan menghormati hak asasi manusia. Masyarakat didorong untuk memahami hak dan kewajibannya serta memiliki ruang yang lebih luas untuk menyampaikan aspirasi, terlibat dalam proses pembangunan, dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan publik.
Dalam menjalankan program, SANKITA menggunakan pendekatan GEDSI (Gender Equality, Disability and Social Inclusion) sebagai bagian penting dalam mendorong pembangunan yang lebih adil dan tidak diskriminatif.
Pendekatan GEDSI menempatkan kesetaraan gender, inklusi disabilitas, dan keterlibatan kelompok yang selama ini kurang terwakili sebagai bagian dari seluruh proses pembangunan. SANKITA mendorong agar perempuan, penyandang disabilitas, kelompok rentan, masyarakat miskin, pemuda, serta kelompok lainnya memiliki kesempatan yang sama untuk menyampaikan pendapat, terlibat dalam pengambilan keputusan, memperoleh akses terhadap layanan, serta menikmati manfaat pembangunan.
Kesetaraan Gender
SANKITA mendorong agar perempuan memiliki kesempatan yang setara untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan pengambilan keputusan di tingkat keluarga, masyarakat, desa, maupun daerah.
Perempuan tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat program, tetapi sebagai aktor yang memiliki pengetahuan, pengalaman, kemampuan, dan hak untuk menentukan arah pembangunan yang memengaruhi kehidupannya.
Inklusi Disabilitas
SANKITA memiliki pengalaman panjang dalam mendorong pemenuhan hak penyandang disabilitas. Karena itu, inklusi disabilitas menjadi bagian penting dalam pendekatan organisasi.
SANKITA mendorong agar penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam pembangunan, memperoleh layanan publik, mengakses pendidikan, kesehatan dan ekonomi, menyampaikan aspirasi, serta terlibat dalam pengambilan keputusan.
SANKITA juga mendorong pemerintah dan masyarakat untuk menghilangkan hambatan fisik, sosial, komunikasi, maupun kebijakan yang menyebabkan penyandang disabilitas tertinggal atau tidak dapat berpartisipasi secara penuh.
Inklusi Sosial
SANKITA percaya bahwa pembangunan yang demokratis harus memberikan ruang kepada semua kelompok masyarakat, termasuk mereka yang berada dalam kondisi rentan atau selama ini kurang mendapatkan kesempatan untuk bersuara.
Karena itu, SANKITA mendorong keterlibatan kelompok rentan, perempuan, penyandang disabilitas, pemuda, masyarakat miskin, dan kelompok masyarakat lainnya dalam proses perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi pembangunan.
Pendekatan ini memastikan bahwa suara kelompok yang sering kali tidak terdengar dapat menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan.
Advokasi Kebijakan dan Bantuan Hukum
SANKITA melakukan advokasi kebijakan publik dan penguatan akses terhadap perlindungan hukum untuk mendorong terpenuhinya hak-hak masyarakat, khususnya kelompok rentan dan kelompok yang menghadapi diskriminasi atau hambatan dalam memperoleh keadilan.
Melalui advokasi, penguatan kapasitas, pendampingan, dialog dengan pemangku kepentingan, serta penguatan organisasi masyarakat, SANKITA berupaya mendorong lahirnya kebijakan dan praktik pembangunan yang lebih adil, inklusif, responsif, transparan, dan akuntabel.
Pendekatan GEDSI menjadi bagian penting dalam proses advokasi tersebut. SANKITA mendorong agar setiap kebijakan dan program pembangunan mempertimbangkan dampak dan kebutuhan yang berbeda antara perempuan dan laki-laki, penyandang disabilitas dan non-disabilitas, serta kelompok masyarakat dengan kondisi sosial dan ekonomi yang berbeda.
Dengan pendekatan tersebut, SANKITA tidak hanya melihat apakah sebuah kebijakan tersedia, tetapi juga mempertanyakan:
SANKITA juga mendorong penguatan kapasitas masyarakat dan organisasi masyarakat sipil agar mampu memahami hak, mengidentifikasi persoalan, menyampaikan aspirasi, melakukan advokasi, serta membangun dialog dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.
Bagi SANKITA, demokrasi bukan hanya tentang proses pemilihan umum atau keberadaan lembaga pemerintahan. Demokrasi adalah ketika setiap orang memiliki ruang untuk didengar, memiliki kesempatan untuk berpartisipasi, dan memiliki hak untuk memperoleh perlakuan yang adil.
Melalui pendekatan Gender Equality, Disability and Social Inclusion (GEDSI), SANKITA berupaya memastikan bahwa tidak ada kelompok yang tertinggal dalam proses pembangunan dan bahwa kesetaraan, inklusi, partisipasi, dan penghormatan terhadap martabat manusia menjadi dasar dalam membangun masyarakat yang lebih adil.

SANKITA terbuka untuk bekerja sama dengan pemerintah, lembaga donor, organisasi masyarakat sipil, sektor swasta, lembaga pendidikan, komunitas, organisasi penyandang disabilitas, media, dan berbagai pihak lainnya.
Kami percaya bahwa setiap pihak memiliki pengetahuan, pengalaman, sumber daya, dan kekuatan yang dapat berkontribusi dalam menciptakan perubahan.
Pemerintah
Lembaga Donor
Organisasi Masyarakat Sipil
Sektor Swasta
Lembaga Pendidikan
Komunitas
Organisasi Penyandang Disabilitas
Media
Organisasi Kemanusiaan
dan Berbagai pihak lainnya.
Kami terbuka untuk berkomunikasi, berdiskusi, dan membangun kolaborasi dengan masyarakat, pemerintah, lembaga donor, organisasi masyarakat sipil, dunia usaha, lembaga pendidikan, komunitas, maupun pihak lain yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Apabila Anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai program SANKITA, menjajaki peluang kerja sama, menyampaikan pertanyaan, memberikan informasi, atau berdiskusi mengenai kebutuhan masyarakat di Kabupaten Manggarai Barat, silakan menghubungi kami.
SANKITA mengajak Anda untuk menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat Manggarai Barat yang inklusif, mandiri, tangguh, sehat, berkeadilan, dan berkelanjutan.